<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>ESG on Tren Investasi Berkelanjutan (ESG)</title><link>https://investasiesg.com/tags/esg/</link><description>Recent content in ESG on Tren Investasi Berkelanjutan (ESG)</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://investasiesg.com/tags/esg/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Transisi Energi dan Investasi ESG: Peluang Emas di Sektor Energi Terbarukan</title><link>https://investasiesg.com/posts/transisi-energi-esg-2025/</link><pubDate>Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://investasiesg.com/posts/transisi-energi-esg-2025/</guid><description>&lt;h3 id="meningkatnya-momentum-transisi-energi">Meningkatnya Momentum Transisi Energi&lt;/h3>
&lt;p>Indonesia tengah berada di fase penting menuju transisi energi bersih. Komitmen untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 memicu gelombang investasi baru di sektor energi terbarukan. Proyek-proyek tenaga surya, angin, dan bioenergi mulai bermunculan di berbagai daerah, dengan dukungan kuat dari investor ESG dan lembaga keuangan internasional.&lt;/p>
&lt;p>Permintaan energi hijau juga meningkat dari sektor industri, terutama manufaktur dan teknologi, yang ingin mengurangi jejak karbon mereka. Perubahan ini membuka ruang bagi inovasi bisnis baru, termasuk perusahaan rintisan (startup) yang fokus pada teknologi energi bersih.&lt;/p></description></item><item><title>Mengenal ESG: Mengapa Investasi Berkelanjutan Menjadi Standar Baru di Indonesia</title><link>https://investasiesg.com/posts/esg-standard-baru/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://investasiesg.com/posts/esg-standard-baru/</guid><description>&lt;p>Dalam satu dekade terakhir, lanskap investasi global telah mengalami pergeseran paradigma yang fundamental. Jika dulu performa keuangan (profit) adalah satu-satunya indikator keberhasilan sebuah perusahaan, kini muncul metrik baru yang tidak kalah krusial: &lt;strong>ESG (Environmental, Social, and Governance)&lt;/strong>. Di Indonesia, tren ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi standar baru yang menentukan arus modal masuk ke pasar domestik.&lt;/p>
&lt;h2 id="apa-itu-esg">Apa Itu ESG?&lt;/h2>
&lt;p>ESG merupakan kerangka kerja yang digunakan oleh investor untuk mengevaluasi perilaku perusahaan dan menentukan kinerja keuangan masa depan mereka. Kerangka ini terbagi menjadi tiga pilar utama:&lt;/p></description></item><item><title>Paradigma Baru Investasi: Mengintegrasikan Biodiversitas ke dalam Strategi Aset Global</title><link>https://investasiesg.com/posts/investasi-biodiversitas-global/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 09:00:00 +0000</pubDate><guid>https://investasiesg.com/posts/investasi-biodiversitas-global/</guid><description>&lt;p>Selama dekade terakhir, fokus utama investasi berkelanjutan (ESG) hampir sepenuhnya tertuju pada dekarbonisasi dan mitigasi perubahan iklim. Namun, memasuki tahun 2026, peta jalan keuangan global mengalami pergeseran seismik. Para pengelola aset terbesar di dunia mulai menyadari bahwa target &lt;em>Net Zero&lt;/em> tidak akan tercapai tanpa pendekatan &lt;em>Nature Positive&lt;/em>. Keanekaragaman hayati, yang dulunya dianggap sebagai isu etis marginal atau &amp;ldquo;eksternalitas&amp;rdquo; dalam model ekonomi klasik, kini bertransformasi menjadi pilar fundamental dalam penilaian risiko dan strategi alokasi aset global.&lt;/p></description></item></channel></rss>